Sepanjang pengamatan saya ada 60 kesalahan yang sering dilakukan Tax Auditor, baik menyangkut hubungannya dengan Wajib Pajak, saat menjalankan tugasnya maupun terkait dengan kepribadiannya.
Dalam hubungannya dengan Wajib Pajak :
2. Terlalu tidak percaya pada Wajib Pajak.
3. Terlalu lembek menghadapi Wajib Pajak.
4. Terlalu keras menghadapi Wajib Pajak.
5. Mengikuti irama kerja Wajib Pajak.
6. Menghadiri undangan makan siang .
7. Menerima uang dari Wajib Pajak.
8. Membiarkan akomodasi perjalanan ditanggung Wajib Pajak.
9. Memeras Wajib Pajak.
10. Membiarkan diri diperas/diperalat Wajib Pajak.
Dalam pekerjaannya :
12. Tidak melihat proses produksi.
13. Tidak masuk ke ruangan bagian accounting.
14. Tidak bertanya kepada bagian selain Accounting.
15. Tidak memberikan tenggat waktu pada Wajib Pajak.
16. Tidak membuat catatan rekaman pekerjaan.
17. Tidak memiliki administrasi tugas yang baik.
18. Tidak mengikuti perkembangan peraturan perpajakan.
19. Tidak mengikuti perkembangan usaha.
20. Tidak memantau perkembangan di lingkungan DJP.
21. Tidak memanfaatkan software peraturan perpajakan.
22. Tidak menguasai Excel.
23. Tidak membuat analisis arus uang.
24. Tidak meneliti pembelian bahan.
25. Tidak membuat pengujian keterkaitan.
26. Tidak mencari data dari pihak ketiga.
27. Tidak membuat konfirmasi kepada pihak ketiga.
28. Malas melakukan riset.
29. Tidak mendokumentasikan hasil riset.
30. Tidak memiliki daftar FAQ.
31. Tidak memiliki template KKP dan LPP.
32. KKP dan LPP sukar dibaca dan dimengerti.
33. Tidak memeriksa voucher / bukti eksternal.
34. Tidak memanfaatkan database internal.
35. Tidak mengikuti perkembangan teknologi.
36. Tidak meneliti dokumen-dokumen di tempat Wajib Pajak.
37. Tidak membuat analisis komparasi laporan keuangan.
38. Tidak memeriksa akun dalam neraca.
39. Tidak meneliti Laporan Arus Kas.
40. Tidak meneliti laporan produksi.
41. Tidak memahami usaha Wajib Pajak.
Menyangkut kepribadiannya :
43. Menumpuk pekerjaan di akhir waktu.
44. Tidak bersosialisasi.
45. Tidak punya selera humor.
46. Tidak dekat dengan Tuhan.
47. Terlalu menuruti kemauan atasan.
48. Terlalu membangkang kepada atasan.
49. Semrawut keadaan mejanya.
50. Tidak memperhatikan perfoma fisik.
51. Sering tidak berada di tempat.
52. Jarang berkonsultasi pada atasan.
53. Tidak bersinergi dengan AR.
54. Tidak memperhatikan kesehatan.
55. Punya masalah keluarga.
56. Punya masalah keuangan.
57. Jarang mengikuti kegiatan internal kantor.
58. Tidak bertanya kepada ahlinya.
59. Bermental pengecut.
60. Bermental sok kuasa.
